Kamis, 24 November 2011

PROSES FERMENTASI ALKOHOL

A.     A. TUJUAN
-          Untuk mengamati proses fermentasi alkohol
B.      B. LANDASAN TEORI
Katatbolisme merupakan reaksi penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Penguraian suatu senyawa dapat menghasilkan energy. Energi itu berasal dari terlepasnya ikatan-ikatan kimia yang menyusun suatu persenyawaan. Semakin kompleks persenyawaan kimia itu, semakin banyk ikatan kimia yang menyusunnya. Akan tetapi, energy itu tidak dapat digunakan secara langsung oleh sel. Energi itu diubah terlebih dahulu menjadi persenyawaan Adenosin Trifosfat (ATP) yang dapat digunakan oleh sel sebagai sumber energy terpakai.
ATP merupakan gugusan adenine berikatan dengan tiga gugusan fosfat. Terlepasnya ikatan fofat dalam gugusan adenine menghasilkan energy yang langsung dapat digunakan oleh  sel. Energi itu digunakan untuk melangsungkan reaksi-reaksi kimia, pertumbuhan, transportasi, reproduksi dan merespon rangsangan. Respirasi merupakan contoh dari katabolisme atau yang sering disebut dengan pernafasan sel. Pernafasan sel atau respirasi adalah proses perguraian bahan makanan yang menghasilkan energy. Respirasi dilakukan oleh semua sel penyusun tubuh, baik sel-sel tumbuhan maupun sel-sel hewan dan manusia. Berdasarkan kebutuhan oksigennya respirasi dibagi menjadi dua yaitu repirasi serob dan respirasi an aerob. Respirasi aerob yaitu respirasi yang menggunakan oksigen bebas untuk mendapatkan energy. Sedagkan, respirasi anaerob yaitu respirasi yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk mendapatkan energy. Bahan baku respirasi adalah karbohidrat, asam lemak atau protein. Hasil respirasi berupa CO², air dan energy dalam bentuk ATP. Salah satu conth respirasianaerob yaitu fermentasi. Fermentasi ini dilakukan oleh sel-sel ragi terhadap glukosa yang kemudian menghasilkan CO² dan energy, dan untuk membuktikan bahwa pada proses fermentasi yang dilakukan oleh sel-sel ragiterhadap glukosa akan menghasilkan karbondioksida  dan energy, maka dilakukan percobaan ini. Reaksi-reaksi yang terjadi serta organe yang berperan dalam repirasi anaerob sama seperti pada respirasi aerob. Namun dalam respirasi anerob peran oksigen diperankan oleh zat lain, contoh NO² dan SO⁴. Respirasi anaerob hanya dapat dilakukan oleh mikro organism tertentu. Pada organism tingkat tinggi  fermentasi  terjadi apabila dalam respirasi tidak tersedia oksigen. Fermentasi terjadi atas dua tahap yaitu tahap glikolisis dan pembentukan NAD+. Pada proses tersbut, asam piruvat hasil glikolisis tidak diubah menjadi Asetil CO-A. Namun, seyawa tersebut akan sireduksi menjadi senyawa lain dengan batuan NADH. Ada perbedaan antara fermentasi tidak melibatkan mitokondria sedangkan, respirasi anaerob melibatkan mitokondria. Dalam fermentasi dari satu molekul glukosa akan dihasilkan 2 ATP. Fermentasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu fermentasi asamlaktat dan fermentasi alcohol. Fermentasi asam laktat terjadi pada sel-sel otot. Proses tersebut menggunakan bahan baku berupa asam piruvat (hasildari glikolisis). Hasil dari proses tersebut berupa asam laktat dan ATP. Timbunan asamlaktat yang berlebihab dapat mengakibatkan otot terasa nyeri dan lelah. Berikut reaksi dari fermentasi asam laktat :
Glukosa                   2 asam piruvat                  2 foafoenol piruvat                   2 asamlaktat
Fermentasialkohol dapat terjadi pada khamir atau yeast (sacchoro miyces sp) proses tersebut menggunakan bahan baku berupa asampiruvat. Hasil dari proses tersebut berupa etanol, CO² dan ATP. Reaksi dari fermentasi alcohol sebagai berikut
Glukosa                    2 asam piruvat               2 asetil dehad        etanol.
C.    C. ALAT DAN BAHAN
1.      2 Tabung reaksi.
2.      Bunsen.
3.      Kaki tiga.
4.      Strereoform.
5.      Silet.
6.      Sendok.
7.      Selang.
8.      Termometer.
9.      Larutan kapur.
10.  Larutan gula.
11.  Ragi roti.
12.  Malam.
13.  Larutan PP.
D.     D. CARA KERJA
1.      Suiapkan alat dan bahan.
2.      Buatlah 2 tutup bekerglass dari stereoform, masing-masing tutup diberi dua lubang.
3.      Tuangkan larutan gula padabekerglass I 100 ml.
4.      Pada bekerglass II isi dengan larutan kapur yang jernih 50 ml.
5.      Tetsi larutan kapur dengan PP sebanyak 1 tetes.
6.      Ukur suhu larutan gula dengan thermometer (± 30° C).
7.      Pastikan angka pada thermometer berada pada 0°, kalau belum dinginkan terlebih dahulu termometer dengan es batu.
8.      Tambahkan ½ sendok the ragi roti apda larutan gula dan aduklah.
9.      Tutup bekerglass I dengan stereoform yang bagian tengahnya diberi lubang sesuaidiameter selang plastic dengan menggantung pada bekerglass II.
10.  Tutup bekerglass II dengan stereform yang telah dilubangi tengahnya lalu hubungkan selang pada bekerglass II dengan posisi selang masuk pada larutan kapur.
11.  Berilah selang lagi pada bekerglass II dengan posisimenggantung.
12.  Amati dan tulis hasilnya.
E.      E. HASIL PENGAMATAN
Bekerglass
Keterangan
Sebelum perlakuan
Sesudah perlakuan






Suhu
Warna
Bau
Suhu
Warna
Bau
I
Larutan gula dan ragi
30° C
Bening
Susu
32° C
PutihTulanh
Alkohol
II
Larutan kapur dan PP
-
Merah muda
Tidak berbau
-
Keruh merah muda
Tidak berbau

F.       F. ANALISIS DATA
Fermentasi alcohol merupakan salah satu proses katabolisme (kaatabolisme anaerob) karena katabolisme merupakan reaksi penguraian senyawa yang komplek menjadi senyaw yang lebih sederhana. Pada proses tersebut bekerglass I yang berisi larutan gula (₆ H ₁₂ O ₆) yang di fementasikan dengan ragi roti menggunakan thermometer diperoleh suhu 30° C - 32° C, kanaikan suhu tersebut dihasilkan dari reaksi antara gula dengan ragi yang membebaskan energy dalam bentukkalor. Sedagkan pada bekerglass II yang berisi air kapur + PP yang semua berwarna keruh merah muda, setelah direaksikan menjadi berwarna merah muda keruh hal ini dikarenakan terjadinya reaksi Ca (OH) = CoCaCo + Ho secara terus menerus sehingga merubah warna larutan pada bekerglass II. Pada bekerglass I dihasilkan bau alcohol (etanol), etanol tersebut dihasilkan dari reaksi fermentasi alcohol seperti berikut :
C₆H₁₂O₆ Asam piruvatAsam laktatAsetildehidC₆H₅OH (etanol) 
Kesimpulan.
Hasil fermentasi anaerob pada percobaan tersebut menghasilkan alcohol (etanol) serta melepaskan CO₂ dan menghasilkan energy (ATP).
Daftar Pustaka.
Airlangga. 2010. Technologg for a better life. Jurnal penelitian online, jilid I No. I

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar